Oleh: Laikatul Fitriyah, S.Pd.
"Untuk Indonesia maju, kita harus menang. Kita pantas menang karena kita punya modal yang besar," kata Ma'ruf dalam pidato kebangsaan di Sentul International Convention Center, Modal yang dimaksud Ma'ruf bukan uang melainkan hasil kerja pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Ma'ruf mengatakan, Jokowi-JK sudah meletakkan dasar pembangunan yang kuat. Kompas.com, Minggu (24/2/2019)
Tugasmu hanya menyampaikan, selebihnya adalah soal pertarungan gejolak hatinya dan kuasa Allah yg maha membolak-balikan hati manusia.
Selasa, 23 April 2019
Senin, 22 April 2019
Negeri Tanpa Pajak, Emang Bisa?
Oleh:lailatul fitriyah
Kebanyakan rakyat memahami, bahwa Indonesia adalah negeri yang sangat kaya dengan sumberdaya alamnya seperti emas, perak, tembaga, timah, bouksit, nikel, minyak dan gas (migas), serta batubara selain kekayaan lain berupa puluhan juta hektar hutan, kekayaan laut dengan jutaan ton ikannya, dll. Namun anehnya, sumber pemasukan utama APBN kita bukan dari hasil-hasil kekayaan alam yang berlimpah-ruah tersebut, tetapi justru dari pajak yang sebagian besarnya dipungut dari rakyat.
Kebanyakan rakyat memahami, bahwa Indonesia adalah negeri yang sangat kaya dengan sumberdaya alamnya seperti emas, perak, tembaga, timah, bouksit, nikel, minyak dan gas (migas), serta batubara selain kekayaan lain berupa puluhan juta hektar hutan, kekayaan laut dengan jutaan ton ikannya, dll. Namun anehnya, sumber pemasukan utama APBN kita bukan dari hasil-hasil kekayaan alam yang berlimpah-ruah tersebut, tetapi justru dari pajak yang sebagian besarnya dipungut dari rakyat.
Tragedi Selandia Baru dan Ketidakberdayaan Umat
Oleh: Lailatul Fitriyah, S.Pd.
Insiden teroris bersenjata terhadap muslim Christchurch Selandia Baru ketika sedang melakukan ibadah sholat jumat adalah tindakan yang menghancurkan hati setiap individu muslim yang mendengarnya.
KAPITALISME, AKAR MASALAH ISLAMOFOBIA
oleh: Lailatul Fitriyah,S.Pd. (Komunitas Muslimah Sholiha Tamansari)
Islam, bukan sebuah kata yang baru bagi dunia, ia sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Islam itu berarti menyerah tunduk dan patuh kepada perintah Sang Maha Pencipta, membawa pesan perdamaian yang termaktub dalam kitab suci Al-Quran, membawa berita kebahagiaan bagi umat manusia. Islam adalah agama damai, islam adalah penuh kasih sayang yang dibuktikan oleh para pembawanya. Namun sebaik apapun agama islam, tetap ada para pembencinya, upaya untuk memonsterisasi islam amat masif dilakukan oleh musuh-musuhnya, islam selalu dikait-eratkan dengan tindak kejahatan dan terorisme, islam di citrakan buruk oleh para pembencinya hingga menimbulkan ISLAMOFOBIA.
Jumat, 01 Maret 2019
Al Akhfiya'
“Al Qur’an telah membentuk hati yang siap memikul amanah. Hati itu adalah hati yang teguh dan kuat, sehingga tidak menginginkan apapun di muka bumi ini. Hati itu sanggup memberi segenap apapun dan menanggung semuanya. Hati yang hanya memandang ke akherat. Hati yang hanya mengharap ridhaNya. Hati yang membuat raga siap menempuh semua perjalanan meski harus mengalami kesulitan, penderitaan, halangan, siksaan, pengorbanan, bahkan kematian sekalipun. Hati yang tidak mengharap balasan sekaligus di muka bumi ini, meski balasan itu berupa kemenangan dakwah, berupa kejayaan kaum muslimin dan bahkan ketika balasan itu berupa kehancuran kaum dhalim…
Hati yang menyadari bahwa perjalanannya tidak menghadapi apapun kecuali berhadapan dengan keharusan untuk member tanpa mengharap balasan.
Hati yang menunggu akherat…
Hati kitakah itu?
Sejauh apa hati kita dari hati semacam itu?
Tak perlu tengok kanan kiri!
Kamis, 22 November 2018
Tantangan Intelektual Muda di Era Kapitalisme
Sampai detik ini tidak ada selisih paham mengenai besarnya
pengeruh pemuda dalam setiap peristiwa perubahan besar di dunia, kekuataan
fisik dan intelektualitas yang dimiliki pemuda meniscayakan hal itu. Benar saja
jika kemudian para kafir liberal menjadikan para pemuda sebagai aset untuk
keberlangsungan ideologi dan kehidupan mereka, negeri negeri muslim yang
terbentang dengan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang
sebagian besarnya adalah dari kalangan pemuda menjadi lahan basah bagi ideologi
barat (kapitalisme liberal) sekaligus ancaman terbesarnya.
PUISI BACK TO MUSLIM IDENTITY
Aku
berlarian namun tak tau arah mana yang hendak ku tuju.
kesana kemari mencari makna tentang arti sebuah kata “hidup”
Di kampus
aku ditempa, sungguh berharap kudapat jawab atas tiap pencarianku.
Melihat
hiruk pikuk pemuda berdasi rapi siang malamnya habis untuk tugas akademik.
Seperti
itukah gambaran yang harus ku ikuti untuk hidupku?
Langganan:
Postingan (Atom)

