Sampai detik ini tidak ada selisih paham mengenai besarnya
pengeruh pemuda dalam setiap peristiwa perubahan besar di dunia, kekuataan
fisik dan intelektualitas yang dimiliki pemuda meniscayakan hal itu. Benar saja
jika kemudian para kafir liberal menjadikan para pemuda sebagai aset untuk
keberlangsungan ideologi dan kehidupan mereka, negeri negeri muslim yang
terbentang dengan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang
sebagian besarnya adalah dari kalangan pemuda menjadi lahan basah bagi ideologi
barat (kapitalisme liberal) sekaligus ancaman terbesarnya.
Tugasmu hanya menyampaikan, selebihnya adalah soal pertarungan gejolak hatinya dan kuasa Allah yg maha membolak-balikan hati manusia.
Kamis, 22 November 2018
PUISI BACK TO MUSLIM IDENTITY
Aku
berlarian namun tak tau arah mana yang hendak ku tuju.
kesana kemari mencari makna tentang arti sebuah kata “hidup”
Di kampus
aku ditempa, sungguh berharap kudapat jawab atas tiap pencarianku.
Melihat
hiruk pikuk pemuda berdasi rapi siang malamnya habis untuk tugas akademik.
Seperti
itukah gambaran yang harus ku ikuti untuk hidupku?
Selasa, 23 Februari 2016
Hayy Reseller Cordova
Assalamualaikum ukhti.
Alhamdulillah respon masyarakat terhadap hijab syar'i semakin besar yaa. tentu semua itu atas izin Allah dan taklepas dari dukungan ukhti semua yg membantu mensyiarkan hijab syar'i. Besar banget harapan kami kalo kita sama sama bisa edukasi pasar tentang pakaian yang sesuai syariat itu melalui produk-produk cordova..
Alhamdulillah respon masyarakat terhadap hijab syar'i semakin besar yaa. tentu semua itu atas izin Allah dan taklepas dari dukungan ukhti semua yg membantu mensyiarkan hijab syar'i. Besar banget harapan kami kalo kita sama sama bisa edukasi pasar tentang pakaian yang sesuai syariat itu melalui produk-produk cordova..
Senin, 01 Februari 2016
Liberalisme bikin LGBT makin ON!
Sedih
sekaligus khawatir atas kesus lesbi, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang
semakin hari semakin marak terjadi di negeri ini, baru-baru ini pelakunya diketahui
tidak hanya dari kalangan orang dewasa tapi juga anak-anak sebagaimana yang
diungkap oleh www.metropolitan.id/2016/01 tentang adanya komunitas bocah homo jadi trending
topic di twitter. Menurut penelusuran situs tersebut para anggota dari
komunitas yang notabene adalah anak-anak itu tidak lagi punya malu menyatakan
dirinya sebagai gay dan menunjukan
gambar-gambar yang tidak sepatutnya. Namun anehnya menyaksikan kondisi generasi
yang seperti ini penguasa bukannya menindak tegas pelaku justru malah membiarkan perilaku LGBT dengan alasan kebebasan dan HAM. Sesungguhnya
LGBT jika tetap dibiarkan hanya akan menambah buruk kondisi generasi negeri
ini. Mendekatkannya pada jurang kerusakan.
Selasa, 27 Januari 2015
Siapa Sebenarnya The Real Terrorism itu?
percaya
atau tidak yang pasti ini adalah fakta bahwa dunia saat ini dikuasai oleh
segelintir orang yang menggelar diri mereka sebagai "the new world
order" mereka menguasai 96% media masa dunia sehingga dapat mengatur
segala pemberitaan dan informasi, dgan menguasai media yang menjadi nadi
penggerak dunia saat ini tidak mustahil dan terbukti mereka dapat menguasai
pola pemikiran, opini dan mempengaruhi corak budaya budaya lain, dan menyetir
sekehendak hatinya sesuai kepentingan mereka.Charlie Hebdo dan Hipokrisi Barat
i
Kasus
penghinaan terhadap islam dan Nabi Muhammad saw yang kembali terulang, setelah
terahir sebelumnya penghinaan itu dilakukan melalui filem innocence of muslims kini penghinaan itu dilakukan melalui
kartun-kartun yang diterbitkan oleh tabloid Charlie Hebdo di Paris bahkan
setelah kasus penyerangan di kantor tabloid Charlie Hebdo sekalipun mereka
justru tetap kembali menerbitkan kartun-kartun yang menghina Nabi hingga
dicetak jutaan eksemplar. Selalu dengan alasan yang sama mereka berdalih bahwa apa
yang mereka lakukan adalah bagian dari kebebasan berekspresi yang dilindungi
undang-undang.
Kasus
penghinaan terhadap islam dan Nabi Muhammad saw yang kembali terulang, setelah
terahir sebelumnya penghinaan itu dilakukan melalui filem innocence of muslims kini penghinaan itu dilakukan melalui
kartun-kartun yang diterbitkan oleh tabloid Charlie Hebdo di Paris bahkan
setelah kasus penyerangan di kantor tabloid Charlie Hebdo sekalipun mereka
justru tetap kembali menerbitkan kartun-kartun yang menghina Nabi hingga
dicetak jutaan eksemplar. Selalu dengan alasan yang sama mereka berdalih bahwa apa
yang mereka lakukan adalah bagian dari kebebasan berekspresi yang dilindungi
undang-undang. Rabu, 07 Januari 2015
Langganan:
Postingan (Atom)