Selasa, 27 Januari 2015

Charlie Hebdo dan Hipokrisi Barat

i                Kasus penghinaan terhadap islam dan Nabi Muhammad saw yang kembali terulang, setelah terahir sebelumnya penghinaan itu dilakukan melalui filem innocence of muslims kini penghinaan itu dilakukan melalui kartun-kartun yang diterbitkan oleh tabloid Charlie Hebdo di Paris bahkan setelah kasus penyerangan di kantor tabloid Charlie Hebdo sekalipun mereka justru tetap kembali menerbitkan kartun-kartun yang menghina Nabi hingga dicetak jutaan eksemplar. Selalu dengan alasan yang sama mereka berdalih bahwa apa yang mereka lakukan adalah bagian dari kebebasan berekspresi yang dilindungi undang-undang.

Selasa, 04 November 2014

Simfoni Ukhuwah


Aku mengenalnya bukan satu, dua tahun, bertahun tahun kami bersama tapaki medan dak
wah ini. bgitu bnyak kisah tertoreh seiring rentang waktu yg terlewati, sebagaimana alamiahnya ada bgitu bsar rasa terbangun dalam sanubari. kini laku dan sifatnya bukan hal yg sulit untuk kufahami. 

Kamis, 25 September 2014

NASKAH MUHASABAH


Astaghfirullah hal adziim………………………………………
Allahumma ya Allah, segala puji bagi-Mu, Engkau Pencipta langit dan bumi serta apa yang ada di dalamnya. Atas nikmat dan karunia-Mu ya Dzal Jalali wal-Ikram, atas izin dan takdir-Mu kami disini hadir sebagai hamba-hamba-Mu yang datang memenuhi panggilan-Mu, kami berkumpul dalam forum yang mulia ini, untuk merenung dan introspeksi dalam rangka mengevaluasi diri dari hari-hari yang telah kami lewati. Semoga kami mampu menyempurnakan semua kekurangan dan kelemahan yang belum kami penuhi untuk menjadi hamba-hamba pilihan-Mu, hamba-hamba yang pandai bersyukur, hamba-hamba yang pandai mengukur diri untuk kemudian menyongsong ke depan dengan semangat perubahan, agar cinta-Mu semakin subur menyirami kami untuk menjadi hamba yang pandai menyintai-Mu.

Jumat, 04 Juli 2014

ROMANTISME RAMADHAN DAN PENGUKUHAN TAQWA

“Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa" TQS Al-Baqarah: 183

Seruan Allah untuk berpuasa di bulan Ramadhan selalu disambut dengan penuh kegembiraan oleh kebanyakan kita, ramadhan ibarat bunga yang semerbak keharumannya mampu palingkan perhatian. Si fulan yang mulanya tak tutup aurat bulan ini sontak hijabi auratnya, fulana yang hobinya kholwat (read: dua-duaan) di bulan yang sama putuskan untuk break, club club malam atas dasar menghormati akhirnyapun ditutup, dan sang contekus kini harus pikir panjang saat niatannya menyeruak dalam Ujian Akhir Semester ini. Ramadhan memang ajaib, ia ibarat maghnet yang mampu menarik dengan dahsyat manusia kearah kebaikan. Mungkin kini Allah sedang tersenyum haru melihat manusia ciptaannya berbondong tunduk patuh menghamba padaNYA. mereka rela menahan lapar dahaga semata untuk Allah. Subhanallah.

Kamis, 13 Maret 2014

Disudut Serambi Masjid


view samping masjid raya bogor, dok foto 23 Agustus 2012 yg lalu. 
           Disudut serambi masjid terbesar kota bogor coba kutoreh pena rangkai kalimat sederhana, iya rumah Allah memang selalu memberikan kenyamanan bagi muslim bagi mukmin bagi mukhlisin. Disini sejenak merehatkan raga setelah berpeluh putari kota hujan dengan bumbu polusi dan kebisingan kota. Disini, disudut serambi masjid sembari tunggu hujan yang lumayan lebat mengguyur diluar sana. Entah mengapa hari ini terasa syahdu sekali. Udara tersa sejuuuk menyelimuti, hhmmm alhamdulillah ya Allah setidaknya gambaran surga menjadi sedikit terfisualisasi dapat dirasa oleh kulit, meski hanya sebatas  gambaran kesejukannya. J *senyumrindu

Minggu, 09 Maret 2014

PENGKERDILAN PERAN POLITIK PEMUDA DALAM SISTEM DEMOKRASI dan MULIANYA PEMUDA DALAM SISTEM KHILAFAH

Assalamualaykum wr.wb.

Saudariku kawan mahasiswa yang dirahmati Allah.    

        Menelisik kegelisahan yang dialami hampir seluruh masyarakat indonesia, tak terkecuali kita seorang mahasiswa. Tatkala mata kita memandang  fakta korupsi yang menggurita tak hanya di kalangan elit penguasa namun juga grassroot. Tatkala telinga kita mendengar bisingnya suara-suara janji perubahan tiap jelang pemilihan yang senantiasa berujung pada perih yang takbertepi. Rasanya Panca indra ini tak hentinya disuguhi beragam fenomena menyayat hati. Kerusakan generasi, diskriminasi, kriminalitas, pendidikan mahal, kesehatan tak terjangkau oleh kantong, kemiskinan, duuh betapa nyata carut marut permasalahan multidimensi.

       Padahal 69 tahun telah berlalu sejak digaungkannya suara “merdeka!!” dengan sistem demokrasi menjadi asas bernegara, dengan beragam bentuk format sistem demokrasi mewarnai prosesinya, mulai dari sistem Demokrasi parlementer, demokrasi terpimpin, demokrasi pancasila dimasa orde baru dan demokrasi pancasila dimasa orde reformasi hingga sekarang. Namun kegelisahan terus saja mengusik mengapa beragam masalah tak henti mendera? Dapat dipastikan ada sesuatu yang salah! Kemungkinannya hanya dua Antara personnya atau sistem bernegaranya.