Jumat, 26 April 2019

Bunuh Membunuh sampai kapan?

Oleh: Lailatul Fitriyah

Belakangan ini ramai berita mengabarkan tentang kasus kasus pembubuhan diberbagai media seperti yang dilansir oleh TribunNews.com, Jumat (23/11/18) "Kepolisian telah menetapkan empat tersangka kasus pembunuhan mayat dalam drum. Dua tersangka masih menjadi buron, sedangkan dua tersangka lain kini menjalani pemeriksaan. Polisi menjelaskan pembunuhan dilakukan karena masalah harta".

Jalan Tol, infrastruktur atau ladang bisnis?

Oleh: Lailatul Fitriyah, S.Pd.

Pembangunan infrastruktur sejatinya merupakan ikhtiar agar Indonesia bisa menurunkan ketimpangan terutama ketimpangan antar­wilayah. Dengan adanya konektivitas yang lebih baik, biaya logistik bisa ditekan dan berujung pada pemerataan harga barang kebutuhan pokok di seluruh pelosok Indonesia. Jadi, ke depannya bukan hanya harga BBM yang sama antara Jakarta dan Papua, tapi juga harga beras dan minyak goreng.

Ubah 0 jadi 1 Proses Seumur Hidup

Oleh. Lailatul Fitriyah.

Para motivator dunia sering berkata. Tentukan target hidupmu, baca buku setiap hari, pelajari bahasa baru, jgn tidur lebih dri 6 jam, tingkatkan kapasitas diri, jagan putus rantainya dan terus yg semisalnya...

Al Qur'an Sungguh Pilu Nasibmu Kini


Oleh Lailatul Fitriyah

Tak lama setelah wacana penyelenggaraan tes baca Al-qur'an untuk capres dan cawapres oleh Dewan Ikatan DAI Aceh yang rencananya akan dilaksanakan di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada 15 Januari 2019 mendatang, yang bertujuan mengakhiri polemik keislaman yang mendera capres-cawapres. Wacana ini tak ayal justru menuai banyak pro dan kontra dari berbagai kalangan.

Selasa, 23 April 2019

ISLAM, Modal Menuju #IndonesiaMaju

Oleh: Laikatul Fitriyah, S.Pd.

"Untuk Indonesia maju, kita harus menang. Kita pantas menang karena kita punya modal yang besar," kata Ma'ruf dalam pidato kebangsaan di Sentul International Convention Center, Modal yang dimaksud Ma'ruf bukan uang melainkan hasil kerja pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Ma'ruf mengatakan, Jokowi-JK sudah meletakkan dasar pembangunan yang kuat. Kompas.com, Minggu (24/2/2019)

Senin, 22 April 2019

Negeri Tanpa Pajak, Emang Bisa?

Oleh:lailatul fitriyah

Kebanyakan rakyat memahami, bahwa Indonesia adalah negeri yang sangat kaya dengan sumberdaya alamnya seperti emas, perak, tembaga, timah, bouksit, nikel, minyak dan gas (migas), serta batubara selain kekayaan lain berupa puluhan juta hektar hutan, kekayaan laut dengan jutaan ton ikannya, dll. Namun anehnya, sumber pemasukan utama APBN kita bukan dari hasil-hasil kekayaan alam yang berlimpah-ruah tersebut, tetapi justru dari pajak yang sebagian besarnya dipungut dari rakyat.

Tragedi Selandia Baru dan Ketidakberdayaan Umat


Oleh: Lailatul Fitriyah, S.Pd.

Insiden teroris bersenjata terhadap muslim Christchurch Selandia Baru ketika sedang melakukan ibadah sholat jumat adalah tindakan yang menghancurkan hati setiap individu muslim yang mendengarnya.

KAPITALISME, AKAR MASALAH ISLAMOFOBIA


oleh: Lailatul Fitriyah,S.Pd. (Komunitas Muslimah Sholiha Tamansari)

Islam, bukan sebuah kata yang baru bagi dunia, ia sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Islam itu berarti menyerah tunduk dan patuh kepada perintah Sang Maha Pencipta, membawa pesan perdamaian yang termaktub dalam kitab suci Al-Quran, membawa berita kebahagiaan bagi umat manusia. Islam adalah agama damai, islam adalah penuh kasih sayang yang dibuktikan oleh para pembawanya. Namun sebaik apapun agama islam, tetap ada para pembencinya, upaya untuk memonsterisasi islam amat masif dilakukan oleh musuh-musuhnya, islam selalu dikait-eratkan dengan tindak kejahatan dan terorisme, islam di citrakan buruk oleh para pembencinya hingga menimbulkan ISLAMOFOBIA.


Jumat, 01 Maret 2019

Al Akhfiya'

“Al Qur’an telah membentuk hati yang siap memikul amanah. Hati itu adalah hati yang teguh dan kuat, sehingga tidak menginginkan apapun di muka bumi ini. Hati itu sanggup memberi segenap apapun dan menanggung semuanya. Hati yang hanya memandang ke akherat. Hati yang hanya mengharap ridhaNya. Hati yang membuat raga siap menempuh semua perjalanan meski harus mengalami kesulitan, penderitaan, halangan, siksaan, pengorbanan, bahkan kematian sekalipun. Hati yang tidak mengharap balasan sekaligus di muka bumi ini, meski balasan itu berupa kemenangan dakwah, berupa kejayaan kaum muslimin dan bahkan ketika balasan itu berupa kehancuran kaum dhalim…
Hati yang menyadari bahwa perjalanannya tidak menghadapi apapun kecuali berhadapan dengan keharusan untuk member tanpa mengharap balasan.
Hati yang menunggu akherat…
Hati kitakah itu?
Sejauh apa hati kita dari hati semacam itu?
Tak perlu tengok kanan kiri!

Kamis, 22 November 2018

Tantangan Intelektual Muda di Era Kapitalisme


Sampai detik ini tidak ada selisih paham mengenai besarnya pengeruh pemuda dalam setiap peristiwa perubahan besar di dunia, kekuataan fisik dan intelektualitas yang dimiliki pemuda meniscayakan hal itu. Benar saja jika kemudian para kafir liberal menjadikan para pemuda sebagai aset untuk keberlangsungan ideologi dan kehidupan mereka, negeri negeri muslim yang terbentang dengan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang sebagian besarnya adalah dari kalangan pemuda menjadi lahan basah bagi ideologi barat (kapitalisme liberal) sekaligus ancaman terbesarnya.

PUISI BACK TO MUSLIM IDENTITY


Aku berlarian namun tak tau arah mana yang hendak ku tuju.
kesana kemari mencari makna tentang arti sebuah kata “hidup”
Di kampus aku ditempa, sungguh berharap kudapat jawab atas tiap pencarianku.
Melihat hiruk pikuk pemuda berdasi rapi siang malamnya habis untuk tugas akademik.
Seperti itukah gambaran yang harus ku ikuti untuk hidupku?

Selasa, 23 Februari 2016

Hayy Reseller Cordova

Assalamualaikum ukhti.
Alhamdulillah respon masyarakat terhadap hijab syar'i semakin besar yaa. tentu semua itu atas izin Allah dan taklepas dari dukungan ukhti semua yg membantu mensyiarkan hijab syar'i. Besar banget harapan kami kalo kita sama sama bisa edukasi pasar tentang pakaian yang sesuai syariat itu melalui produk-produk cordova..

Senin, 01 Februari 2016

Liberalisme bikin LGBT makin ON!

Sedih sekaligus khawatir atas kesus lesbi, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang semakin hari semakin marak terjadi di negeri ini, baru-baru ini pelakunya diketahui tidak hanya dari kalangan orang dewasa tapi juga anak-anak sebagaimana yang diungkap oleh www.metropolitan.id/2016/01 tentang  adanya komunitas bocah homo jadi trending topic di twitter. Menurut penelusuran situs tersebut para anggota dari komunitas yang notabene adalah anak-anak itu tidak lagi punya malu menyatakan dirinya sebagai gay dan menunjukan gambar-gambar yang tidak sepatutnya. Namun anehnya menyaksikan kondisi generasi yang seperti ini penguasa bukannya menindak tegas pelaku justru malah membiarkan  perilaku  LGBT dengan alasan kebebasan dan HAM. Sesungguhnya LGBT jika tetap dibiarkan hanya akan menambah buruk kondisi generasi negeri ini. Mendekatkannya pada jurang kerusakan.

Selasa, 27 Januari 2015

Siapa Sebenarnya The Real Terrorism itu?

percaya atau tidak yang pasti ini adalah fakta bahwa dunia saat ini dikuasai oleh segelintir orang yang menggelar diri mereka sebagai "the new world order" mereka menguasai 96% media masa dunia sehingga dapat mengatur segala pemberitaan dan informasi, dgan menguasai media yang menjadi nadi penggerak dunia saat ini tidak mustahil dan terbukti mereka dapat menguasai pola pemikiran, opini dan mempengaruhi corak budaya budaya lain, dan menyetir sekehendak hatinya sesuai kepentingan mereka.

Charlie Hebdo dan Hipokrisi Barat

i                Kasus penghinaan terhadap islam dan Nabi Muhammad saw yang kembali terulang, setelah terahir sebelumnya penghinaan itu dilakukan melalui filem innocence of muslims kini penghinaan itu dilakukan melalui kartun-kartun yang diterbitkan oleh tabloid Charlie Hebdo di Paris bahkan setelah kasus penyerangan di kantor tabloid Charlie Hebdo sekalipun mereka justru tetap kembali menerbitkan kartun-kartun yang menghina Nabi hingga dicetak jutaan eksemplar. Selalu dengan alasan yang sama mereka berdalih bahwa apa yang mereka lakukan adalah bagian dari kebebasan berekspresi yang dilindungi undang-undang.

Selasa, 04 November 2014

Simfoni Ukhuwah


Aku mengenalnya bukan satu, dua tahun, bertahun tahun kami bersama tapaki medan dak
wah ini. bgitu bnyak kisah tertoreh seiring rentang waktu yg terlewati, sebagaimana alamiahnya ada bgitu bsar rasa terbangun dalam sanubari. kini laku dan sifatnya bukan hal yg sulit untuk kufahami. 

Kamis, 25 September 2014

NASKAH MUHASABAH


Astaghfirullah hal adziim………………………………………
Allahumma ya Allah, segala puji bagi-Mu, Engkau Pencipta langit dan bumi serta apa yang ada di dalamnya. Atas nikmat dan karunia-Mu ya Dzal Jalali wal-Ikram, atas izin dan takdir-Mu kami disini hadir sebagai hamba-hamba-Mu yang datang memenuhi panggilan-Mu, kami berkumpul dalam forum yang mulia ini, untuk merenung dan introspeksi dalam rangka mengevaluasi diri dari hari-hari yang telah kami lewati. Semoga kami mampu menyempurnakan semua kekurangan dan kelemahan yang belum kami penuhi untuk menjadi hamba-hamba pilihan-Mu, hamba-hamba yang pandai bersyukur, hamba-hamba yang pandai mengukur diri untuk kemudian menyongsong ke depan dengan semangat perubahan, agar cinta-Mu semakin subur menyirami kami untuk menjadi hamba yang pandai menyintai-Mu.

Jumat, 04 Juli 2014

ROMANTISME RAMADHAN DAN PENGUKUHAN TAQWA

“Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa" TQS Al-Baqarah: 183

Seruan Allah untuk berpuasa di bulan Ramadhan selalu disambut dengan penuh kegembiraan oleh kebanyakan kita, ramadhan ibarat bunga yang semerbak keharumannya mampu palingkan perhatian. Si fulan yang mulanya tak tutup aurat bulan ini sontak hijabi auratnya, fulana yang hobinya kholwat (read: dua-duaan) di bulan yang sama putuskan untuk break, club club malam atas dasar menghormati akhirnyapun ditutup, dan sang contekus kini harus pikir panjang saat niatannya menyeruak dalam Ujian Akhir Semester ini. Ramadhan memang ajaib, ia ibarat maghnet yang mampu menarik dengan dahsyat manusia kearah kebaikan. Mungkin kini Allah sedang tersenyum haru melihat manusia ciptaannya berbondong tunduk patuh menghamba padaNYA. mereka rela menahan lapar dahaga semata untuk Allah. Subhanallah.

Kamis, 13 Maret 2014

Disudut Serambi Masjid


view samping masjid raya bogor, dok foto 23 Agustus 2012 yg lalu. 
           Disudut serambi masjid terbesar kota bogor coba kutoreh pena rangkai kalimat sederhana, iya rumah Allah memang selalu memberikan kenyamanan bagi muslim bagi mukmin bagi mukhlisin. Disini sejenak merehatkan raga setelah berpeluh putari kota hujan dengan bumbu polusi dan kebisingan kota. Disini, disudut serambi masjid sembari tunggu hujan yang lumayan lebat mengguyur diluar sana. Entah mengapa hari ini terasa syahdu sekali. Udara tersa sejuuuk menyelimuti, hhmmm alhamdulillah ya Allah setidaknya gambaran surga menjadi sedikit terfisualisasi dapat dirasa oleh kulit, meski hanya sebatas  gambaran kesejukannya. J *senyumrindu